SOLUSI CERDAS MENCEGAH PENYAKIT TIDAK MENULAR

Survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.

Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan, prevalensi tertinggi untuk penyakit Kardiovaskuler di Indonesia adalah PJK, yakni sebesar 1,5%. Dari prevalensi tersebut, angka tertinggi ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (4,4%) dan terendah di Provinsi Riau (0,3%). Menurut kelompok umur, PJK paling banyak terjadi pada kelompok umur 65-74 tahun (3,6%) diikuti kelompok umur 75 tahun ke atas (3,2%), kelompok umur 55-64 tahun (2,1%) dan kelompok umur 35-44 tahun (1,3%). Sedangkan menurut status ekonomi, terbanyak pada tingkat ekonomi bawah (2,1%) dan menengah bawah (1,6%).

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Dari seluruh kematian akibat penyakit kardiovaskuler 7,4 juta (42,3%) di antaranya disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan 6,7 juta (38,3%) disebabkan oleh stroke.

Pembiayaan penyakit katastropik, menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang Kesehatan tahun 2016, menghabiskan biaya hampir 14,6 Triliun Rupiah. Sedangkan tahun 2015, menghabiskan biaya hampir 14,3 Triliun Rupiah.

Paling besar biaya adalah untuk penyakit jantung, dimana terjadi peningkatan pembiayaan dibanding tahun 2015, yakni sebesar 6,9 Triliun Rupiah (48,25%) menjadi 7,4 Triliun Rupiah (50,7%) pada 2016.

Berdasarkan data Survei Konsumsi Makanan Indonesia (SKMI) tahun 2014 menunjukkan bahwa proporsi penduduk Indonesia yang mengkonsumsi lemak lebih dari 67 gram perhari sebesar 26,5%, konsumsi natrium lebih dari 2000 mg sebesar 52,7% dan 4,8% penduduk mengkonsumsi gula lebih dari 50 gram.
Sesuai data hasil Otopsi Verbal Penyebab Kematian di Kota Manado selang tahun 2013-2017, penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian terbanyak di Kota Manado.

Solusi CERDAS

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) menjadi salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), diharapkan seluruh komponen bangsa berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Diharapkan, dapat meningkatkan produktifitas sehingga dapat menurunkan biaya pelayanan kesehatan. Tahun 2017 Germas difokuskan pada 3 kegiatan, yakni peningkatan aktifitas fisik, peningkatan konsumsi buah dan sayur serta deteksi dini atau periksa kesehatan secara berkala.
Upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Manado dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah diantaranya dengan mensosialisasikan perilaku CERDAS.

Cek kesehatan secara berkala;

Enyahkan asap rokok;

Rajin beraktifitas fisik;

Diet yang sehat dan seimbang;

Atur waktu istirahat yang cukup; dan

Stres dikelola dengan baik.

 

Selain itu, masyarakat diimbau melakukan pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kolesterol rutin atau minimal sekali dalam setahun di Posbindu PTM/Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Kemenkes imbau masyarakat agar melakukan cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktifitas fisik, diet yang sehat dan seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres (CERDIK) untuk mengendalikan faktor risiko PJK.

”Penyakit Kardiovaskuler sebetulnya dapat dicegah dengan healthy lifestyle, seperti mengurangi merokok, diet yang sehat, aktivitas fisik dan tidak menggunakan alkohol. Juga memperhatikan pola makan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes RI, dr. Lily S Sulistyowati, MM.

Kementerian Kesehatan, juga menghimbau seluruh komponen bangsa baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko PJK dan pembuluh darah, sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan dapat diturunkan.

 

Penggalangan Komitmen Lintas Sektor Akreditasi Puskesmas Ranotana Weru

Kamis 22 Maret 2018 UPT Puskesmas Ranotana Weru Kecamatan Wanea mengadakan kegiatan  Lokakarya Mini dan Penggalangan Komitmen untuk mendukung Akreditasi Puskesmas. Kegiatan yang dilakukan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Camat Wanea yang dihadiri oleh Camat Wanea Mario Karundeng, SSTP, Danramil 1309 Ranotana Kapten Inf. Jante Walangitan, Kapolsek Urban Wanea Kompol. Johny Kolondam, Lurah dan Kepala Lingkungan se Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru, PD Pasar, Ketua TP PKK Kec. Wanea, Kader kesehatan serta Tokoh Masyarakat di Kecamatan Wanea. Selain itu dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan serta para Pendamping Akreditasi Puskesmas.

Camat Wanea dalam sambutannya menyampaikan dukungan untuk Puskemas Ranotana Weru, ”diharapkan Puskesmas Ranotana Weru agar bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, serta tingkatkan pelayanan kepada masyarakat” ujarnya.

Untuk akreditasi ini tentu diperlukan persiapan yang matang bukan hanya dukungan dari Lintas Sektor/Instansi yang terkait tetapi juga perlu meningkatkan lagi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Lanjut dalam sambutannya Camat Wenang juga berharap Kepala Puskesmas Ranotana Weru dr. Maya Pelle, MKes dan seluruh staf Puskesmas agar tetap semangat dalam persiapan untuk tercapainya akreditasi, ”semua semua berjalan sebagaimana yang diharapkan yang pada ujungnya berdampak pada pelayanan kesehatan yang lebih baik dan bermutu kepada masyarakat” lanjutnya.

Proses pencapaian akreditasi ini juga menjadi cambuk untuk Puskesmas Ranotana Weru agar  terus memperbaiki pelayanan, mutu dan kinerja Puskesmas. Dengan Penggalangan Komitmen Akreditasi Puskemas Ranotana Weru, Pemerintah Daerah senantiasa berupaya mengembangkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar pelayanan.

Dalam acara ini juga dilakukan pembubuhan tanda tangan pada spanduk sebagai tanda komitmen untuk mendukung akreditasi puskesmas oleh semua yang hadir.

Workshop Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

Sebagai tindak lanjut Roadmap serta penguatan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, Dinas Kesehatan melalui Bidang Pelayanan Kesehatan melalui Seksi Pelayanan Kesehatan Primer menyelenggarakan Workshop Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada 5-6 Desember 2017 di Swissbell Hotel Manado.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, dr. Robby Jansen Mottoh. Hadir pula dalam acara tersebut 16 Kepala Puskesmas se Kota Manado, 5 Kepala Bidang dari Dinas Kesehatan Kota Manado, beserta para Lurah se Kota manado.

Tujuan diadakannya Workshop ini adalah sebagai Implementasi dan Evaluasi pelaksanaan PIS-PK tahun 2016 serta upaya untuk meningkatkan pemahaman penyelenggaran PIS-PK di tingkat daerah yang bertujuan untuk dapat melakukan percepatan pelaksanaan PIS-PK melalui dukungan pusat dan daerah tahun 2017.