Pos

MAHASISWA PROFESI NERS, DIUJI KETRAMPILANNYA DI PUSKESMAS BAHU!

Dinas Kesehatan Kota Manado melakukan Penerimaan Mahasiswa Praktek Profesi Ners Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado pada hari Selasa, 24 September 2019 bertempat di Lantai 2 Ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kota Manado.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, yang didampingi oleh Wakil Direktur 3 dan Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado.

Kepala Dinas Kesehatan menyatakan, mahasiswa profesi Ners memiliki keunggulan khusus dibandingkan dengan mahasiswa praktek dari S1/D4 dan D3, karena telah menjalani berbagai bentuk praktek di Puskesmas dan Rumah Sakit sehingga banyak ide, inovatif bahkan kreatif yang telah diperoleh sebelumnya untuk diberikan pada tempat praktek sekarang ini.

Saya mengapresiasi kepada mahasiswa praktek profesi Ners saat ini, dan saya menginginkan agar harus mampu membangun kerjasamadengan Puskesmas untuk memecahkan masalah maternitas (AngkaKesakitan, Kematian Ibu dan Bayi) melalui tindakan pelayanan asuhan keperawatan (standar asuhan keperawatan-Askep) pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas dan gangguan reproduksi pada ibu yang dilakukan melalui 5 aspek asuhan keperawatan yaitu Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Tindakan, Evaluasi dan dokumentasi sebagai landasan teori yang mahasiswa miliki”.tuturnya.

Sementara itu Direktur Poltekes Kemenkes yang diwakili oleh Wakil Direktur 3, menyatakan bahwa Mahasiswa praktek ini akan mengimplementasi mata kuliah Maternitas langsung ke Rumah Sakit dan Puskesmas selama 3 bulan, sehingga mendapatkan pengalaman yang berharga berkaitan dengan ilmu yang diperoleh di kampus dan saat ini adalah jadwal di Puskesmas.

“Praktek ini merupakan implementasi ketrampilan yang akandiaplikasikan di Puskesmas dan Rumah sakit, sehingga pokok bahasan pada mata kuliah Maternitas dapat diselesaikan melalui praktek-praktek sesuai sasaran atau target dalam silabus, sedangkan teori yang didapat telah diaplikasikan langsung di kampus Poltekkes kemenkes Manado, jadi jangan sia-siakan kesempatan belajar lapangan ini!”,

Praktek Profesi Ners merupakan penerapan Mata Kuliah Maternitas terdiri dari Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil, Ibu Bersalin dan Bayi Baru Lahir (BBL), Ibu Nifas, serta Ibu dengan gangguan reproduksi, dengan Tujuan agar mahasiswa dapat melakukan hal-hal seperti 1). pengkajian keperawatan, 2) merumuskan diagnosa keperawatan sesuai pengkajian, 3) membuat perencanaan sesuai diagnose keperawatan, 4) memberi tindakan keperawatan sesuai perencanaan keperawatan, 5) mengevaluasi sesuai tindakan asuhan keperawatan , 6) mendokumentasikan asuhan keperawatan, Ujarnya

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dijadwalkan untuk memberikan materi tentang Permenkes nomor 75 tahun 2014 dimana Puskesmas melaksanakan program atau kegiatan seperti (1) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial dan esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat (2). UKM Pengembangan, (3) Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) kefarmasian, dan laboratorium, (4) Jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Juga dilanjutkan dengan materi tentang Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kota Manado sesuai Peraturan Walikota Manado Nomor 38 Tahun 2016 dan struktur organisasi Puskesmas  sesuai Peraturan Walikota Manado Nomor 58 Tahun 2017.

“Dalam UKM esensial terdiri dari Kesehatan Ibu dan Kesehatan Anak, Keluarga Berencana serta gangguan reproduksi pada wanita yang diaplikasikan program-program atau kegiatan pada poli KIA/KB, ruangan rawat inap persalinan, serta luar gedung seperti pelayanan posyandu, PIS-PK melalui kunjungan langsung kepada di kelurahan yang akan menjadi perhatian khusus untuk dilakukan dan dianalisa serta diinterpretasi oleh mahasiswa dalam bentuk laporan praktek nanti. Oleh karena itu mahasiswa pasti akan berkecimpung dan berhadapan langsung pasien, keluarga dan masyarakat maka hendaknya dapat menggunakan metode komunikasi yang tepat dan santun, sesuai dengan etika, norma di tempat di Puskesmas serta masyarakat yang mempunyai nilai-nilai budaya tersendiri”, katanya

Disela-sela kegiatan ini dilaksanakan pula penerimaan mahasiswa praktek profesi Ners secara simbolis melalui pemasangan tanda pengenal atau kartu identitas kepada 8 mahasiswa yang akan digunakan selama praktek. Pemasangan kartu identitas dilakukan masing-masing  oleh Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Poltekes Kemenkes Manado, Ketua Jurusan keperawatan, Seksi SDMK, Pembimbing Puskesmas Bahu, Para Kaprodi dan Sekprodi Profesi ners serta Dosen Pembimbing Poltekkes Kemenkes Manado yang hadir

Untuk diketahui bahwa penyelenggara kegiatan adalah Dinas Kesehatan Kota Manado melalui Seksi Sumberdaya Manusia Kesehatan (SDMK) dengan peserta mahasiswa Praktek sebanyak 29  orang dan turut dihadiri langsung Dra. Selfie Ulaen, M.Kes. sebagai Wakil Deruktur 3,  Bapak Jon W. Tangka., M.Kep., Ners., Sp. KMB selaku Ketua Jurusan Keperawatan, serta diikuti pula oleh Ketua dan Sekretaris Program Studi Ners masing-masing Ners Sisfiani Sarimin, M.Kep., Ns., Sp. Kep. An dan Tineke Tololiu, Ns., M.Kep. dan para Dosen Pembimbingmasing-masing Ns. Monica Tadiayuk., M.Kes dan Ns. Esther Tamunu., M.Kep. juga dihadiri oleh Pembimbing Praktek Bapak di Puskesmas Bahu Bapak Maykel Kristian Umboh, S.Kep, Ns  Setelah selesai dengan pembekalan dilanjutkan dengan penerimaan langsung oleh Puskesmasyang akan menjadi tempat pelaksanaan Praktek di Puskesmas Bahu terhitung mulai tanggal 24 September 2019 sampai 21 Desember 2019.  Sebelum mahasiswa kembali ke kampus maka harus dilakukan evaluasi praktek tanggal 21 Desember 2019 di Dinas Kesehatan Kota Manado untuk mengetahui pelaksanaan praktek di Puskesmas.

MAGANG MAHASISWA FKM UNSRAT YANG BERKUALITAS MEMBERIKAN DAMPAK TERHADAP PENYELESAIAN MASALAH KESEHATAN DI PUSKESMAS



Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Peserta Praktek/Magang MahasiswaFakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat Manado yang terbagiatas bidang minat Kesehatan Lingkungan, Gizi, Promosi Kesehatan, Surveilan, Administrasi Kebijakan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Manado Tahun 2019, yang dilaksanakan pada hari Senin, 4 September 2019 yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado. Dalamsambutannya Kepala Dinas Kesehatan  meminta  agar setiap mahasiswamenggunakan kesempatan ini untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di Kampus dan memberdayakan ilmu tersebut melalui praktekdi Puskesmas sehingga dapat mewujudkan dari perpaduan antara ilmuyang didapatkan di Kampus dan praktek ilmu yang akan diperoleh diPuskesmas.

FKM UNSRAT sangat mendukung penuh kegiatan penerimaanmahasiswa praktek di Dinas Kesehatan Kota Manado sebelummahasiswa turun ke Puskesmas sebagai tempat pelaksanaan praktek, karena dengan adanya penerimaan mahasiswa, akan membentukhubungan emosional yang baik dengan suasana ditempat magang nanti, karena itu pada momen penerimaan ini pihak Puskesmas dan DinasKesehatan mengambil kesempatan untuk memberikan informasitentang gambaran umum mengenai program-program atau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Manado, sehingga mahasiswa dapat melakukan analisa atau telaanterhadap teori yang diperoleh melalui kampus untuk dimplementasikan dalam praktek nyata melalui kegiatan praktek.

Untuk mensukseskan praktek ini, maka setiap Puskesmas telah menunjuk petugas kesehatan sebagai pembimbing lapangan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan program studi dari setiapmahasiswa peserta praktek serta ditunjang lagi oleh pembimbingakademik dari kampus. Dukungan kegiatan ini pula sudah di atur dalambentuk MoU antara pihak Dinas Kesehatan Kota Manado dengan pihak FKM Unsrat akan menjadi regulasi pengikat yang kuat, dimana Puskesmas harus memberikan perhatian bahkan bimbingan maksimal melalui kegiatan dalam magang dari mahasiswa seperti melakukan identifikasi masalah di Puskesmas, mahasiswa menetukan prioritasmasalah, memberikan rekomendasi untuk pemecahan masalah, membuat kajian pemecahan masalah melalui kesesuaian  antara teori yang diaplikasikan di Kampus dan ketrampilan yang diaplikasikandalam praktek di Puskesmas.

Diharapkan kehadiran magang mahasiswa yang berkualitasmemberikan dampak terhadap penyelesaian masalah kesehatan dipuskesmas, karena itu mahasiswa harus memberikan kontribusi berupaide, pemikiran yang kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalahkesehatan di Puskesmas”, ujan dr. Ivan Sumenda Marthen, MM., selakuKepala Dinas Kesehatan Kota Manado.

Setelah selesai memberikan sambutan dilanjutkan dengan Penerimaan secara simbolis melalui pemasangan tanda pengenal atau kartu identitaskepada 12 mahasiswa yang akan digunakan selama praktek. Pemasangan kartu identitaa dilakukan masing-masing  oleh Kepala Dinas Kesehatan, Ketua dan Sekretaris Panitia Magang FKM, Kepala Bidang SDK, Seksi SDMK, KTU Puskesmas yang hadir.

Pembekalan/Materi Praktek oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusiadengan materi tentang program atau kegiatan Puskesmas sesuaiPermenkes nomor 75 tahun 2014, serta Peraturan Walikota Manado Nomor 58 Tahun 2017 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Unita Pelaksana Teknis Daerah PusatKesehatan Masyarakat dan Instalasi Farmasi pada Dinas KesehatanKota Manado serta kegiatan-kegiatan di Dinas Kesehatan sesuaiPeraturan Walikota Manado Nomor 38 Tahun 2016 tentang SusunanOrganisasi Tata Kerja dan Rincian Tugas dan Fungsi Dinas KesehatanKota Manado Tipe A. Berkaitan dengan materi Pembekalan makaKepala Bidang SDK mengatakan bahwaPuskesmas yang menjaditempat praktek harus memberikan informasi tentang kegiatan atauprogram-program yang sedang dilaksanakan saat ini dan tetapmenekankan pada 4 program prioritas Puskesmas  dari 12 program dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu (1) Penanganankesehatan Ibu Hamil sesuai standar, (2) Pelayanan Ibu bersalin, (3) Pelayanan Bayi Baru Lahir (BBL) dan (4) program kesehatan jiwa”. Ungkapnya.

Penyelenggara kegiatan adalah Dinas Kesehatan Kota Manado SeksiSumberdaya Manusia Kesehatan (SDMK) Bidang Sumber DayaKesehatan (SDK) dengan peserta mahasiswa Praktek sebanyak 60  orang dan turut dihadiri langsung dr. Eva Mantjoro, Phd. SelakuKetua Panitia Magang Yulianti Sanggelorang, SKM, MPH selakuSekretaris Panitia Magang juga dihadiri oleh Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas diwakili oleh Esther Agnes Solang, A.Md. Kep.(Puskesmas Wenang), Dewi Asmarini Amir, A.Md.Kep. (PuskesmasTeling Atas), Yunita  Arlinda Komansilan (Puskesmas Sario), Agustin Femmy Helmy Kandou, S.Kep. M.Kes. (Puskesmas Ranotana Weru), Juspitje Mohor, S.Sos. (Puskesmas Kombos), Cerlin Maria Montung, A.Md.Kep., SKM (Puskesmas Bahu), Dahlan Karim, S.ST (PuskesmasWawonasa)  Setelah selesai dengan pembekalan dilanjutkan denganpenerimaan langsung oleh Puskesmas yang akan menjadi tempatpelaksanaan Praktek di Puskesmas Bahu, Minanga, Sario, RanotanaWeru, Wenang, Tikala Baru, Wawonasa, Kombos, Ranomuut,Bailang, Teling Atas, Bailang, Teling Atas selama 21 hari kerjaterhitung mulai tanggal 4 September 2019 sampai 27 September 2019.  Sebelum mahasiswa kembali ke kampus maka harus dilakukanevaluasi praktek tanggal 27 September 2019 di Dinas Kesehatan Kota Manado untuk mengetahui pelaksanaan praktek di Puskesmas.

Beri ASI Sampai 2 Tahun Untuk Wujudkan Keluarga Sehat

Gizi baik menjadi landasan bagi setiap individu untuk mencapai potensi maksimal yang dimilikinya. Gizi baik juga dapat memutus rantai kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi individu, keluarga, dan masyarakat.
Di masa awal kehidupan seorang anak terdapat istilah periode 1000 hari pertama dalam kehidupan yang terdiri dari 270 periode hari didalam kandungan dan 730 hari periode setelah kelahiran. Pada Periode 730 hari setelah kelahiran atau 2 tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan periode sensitif yang menentukan kualitas hidup di masa yang akan datang, dimana akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Pada periode ini pula, pemberian ASI menjadi salah satu fondasi utama seorang anak agar tumbuh menjadi manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan produktif.
Data Global Nutrition Report 2016 menyimpulkan bahwa gizi baik merupakan sentral dari Pembangunan Berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan berarti pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI dalam hal pengaruhnya terhadap kesehatan dan peningkatan status gizi.
Peningkatan cakupan Pemberian ASI Eksklusif bayi usia kurang dari 6 bulan merupakan salah satu intervensi gizi spesifik yang secara ilmiah sudah terbukti berkorelasi dengan penurunan angka stunting. Hal tersebut diperkuat dengan diluncurkannya Lancet Breasfeeding Series 2016 pada akhir Januari  lalu di Washington DC yang memuat pencapaian cakupan pemberian ASI di tingkat global serta keuntungan pemberian ASI baik untuk ibu maupun bayinya. Dimana diketahui bahwa hampir 50% kejadian diare dan 60% infeksi saluran pernafasan pada anak-anak dapat dicegah dengan meningkatkan cakupan ASI Eksklusif.
Anak-anak yang mendapatkan ASI Eksklusif cenderung memiliki intelegensia yang lebih tinggi dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Begitu juga dengan ibu yang memberikan ASI memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker payudara dan kanker rahim, tambahnya.
Pemberian ASI sendiri masih menghadapi banyak tantangan, baik dalam keluarga maupun dari luar. Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama menjaga agar ibu mempunyai kesempatan untuk menyusui bayinya dan cakupan Pemberian ASI akan meningkat, terutamanya sampai dengan usia 2 tahun, sesuai dengan slogan Pekan ASI tahun ini : Ayo Dukung Ibu Menyusui.

Peran Keluarga Dukung Kesehatan Jiwa Masyarakat

Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia. Di Indonesia, dengan berbagai faktor biologis, psikologis dan sosial dengan keanekaragaman penduduk; maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah yang berdampak pada penambahan beban negara dan penurunan produktivitas manusia untuk jangka panjang.

Data Riskesdas 2013 memunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk.

Berdasarkan fakta fakta permasalahan kesehatan jiwa tersebut, World Health Organization (WHO) dan World Federation for Mental Health (WFMH) berupaya menekankan penyelesaian permasalahan kesehatan jiwa dari akarnya, yang dituangkan ke tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2016. Mengambil tema Martabat dalam Kesehatan Jiwa: Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa Bagi Semua dengan sub tema Jiwa yang Sehat Berawal dari Keluarga Sehat; maka pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa setiap orang memiliki hak untuk dihargai dan mendapatkan perlakuan layak sesuai dengan harkat dan martabat sebagai manusia. Adapun bentuk nyata perwujudan terhadap hak tersebut tercermin dari sejak kecil berupa dukungan psikologis yang diberikan keluarga kepada setiap anggota keluarganya. Lebih jauh lagi, pesan ini juga berarti bahwa penghargaan terhadap hak-hak manusia juga secara perlahan harus mampu menghapus diskriminasi dan stigma terhadap anggota keluarga atau siapapun yang memiliki gangguan jiwa; sehingga mereka dapat tetap dapat dihargai selayaknya manusia bermartabat yang perlu dibantu untuk mendapatkan kembali kehidupan yang berkualitas.

Ayo Makan Ikan! Karena Ikan Itu Enak dan Mencerdaskan

Sebagai negara maritim, Indonesia yang memiliki  luas laut 5,8 juta km2 dengan jumlah  pulau 17.504 dan garis pantai 95.000 km, terpanjang kedua di dunia dianugerahi potensi kekayaan sumber daya ikan yang beraneka ragam dan melimpah.  Berdasarkan kajian, potensi sumber daya ikan nasional mencapai 65 juta ton/tahun  dengan rincian perikanan tangkap sebesar 7,4 juta ton/tahun dan budidaya sebesar  57,6 juta ton/tahun. Kondisi ini adalah anugerah bagi Bangsa Indonesia yang dapat didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta pendukung terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional.
Mewujudkan ketahanan pangan dan gizi nasional mempunyai arti strategis berkaitan dengan ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik, ketahanan nasional dan kemandirian bangsa. Secara filosofis, pangan menjadi kebutuhan dasar manusia, karena itu pemenuhannya menjadi bagian dari hak asasi setiap individu. Bagi pemeritah pemenuhan kecukupan pangan bagi seluruh rakyat merupakan kewajiban, baik secara moral, sosial, maupun hukum. Selain itu, pemenuhan kecukupan pangan merupakan investasi pembentukan sumberdaya manusia yang lebih baik/ berkualitas yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional dalam mewujudkan visi Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur.
Hingga saat ini, pola konsumsi masyarakat Indonesia terhadap sumber pangan hewani secara umum masih rendah jika dibandingkan dengan pangan nabati. Pada tahun 2014, konsumsi protein hewani sebesar 32,1% dari total protein. Konsumsi protein hewani nasional masih sangat rendah dan perlu terus ditingkatkan. Rendahnya konsumsi protein tersebut berpotensi menghambat upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang absorbsi proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan produk hewani lain seperti daging sapi dan ayam, sumbangan protein ikan terhadap total protein hewani mencapai 57.1%. (Sumber Data BPS, 2014)
Ikan dapat menjadi salah satu solusi utama bagi permasalahan gizi di Indonesia. Ikan kaya akan gizi esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan. Ikan mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, asam lemak omega 3, 6, 9 yang baik manfaat nya untuk tubuh manusia. Kandungan asam amino dan omega 3 nya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bahan pangan sumber protein yang lain nya.

Pertanyaan Seputar Virus Zika

1.  Apakah virus Zika itu?
Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.
2.  Bagaimana cara penularan virus Zika?
Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan daoat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.
3.  Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?
Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi termasuk ibu hamil.
4.  Apa saja gejala infeksi virus Zika?
1 diantara 5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Adapun gejala infeksi virus zika diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.
5.  Apakah ada komplikasi yang ditimbulkan dari infeksi virus Zika?
Pada beberapa kasus suspek Zika dilaporkan juga mengalami sindrom Guillane Bare. Namun hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.
6.  Apa jenis pemeriksaan virus Zika untuk ibu hamil?
Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR.
7.  Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk virus Zika?
Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus pada gejala yang ada.
8.  Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi virus Zika?
Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan hal-hal sebagai berikut:
   Istirahat cukup
   Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi
   Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri
   Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation) lainnya.
   Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.
9.  Bagaimana cara pencegahan penularan virus Zika?
Pencegahan penularan virus ini dapat dilakukan dengan:
   menghindari kontak dengan nyamuk
   melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)
   melakukan  pengawasan  jentik  dengan  melibatkan  peran  aktif  masyarakat  melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
   meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
   pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.
10. Negara mana sajakah yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?
Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana,  Guadeloupe,  Guatemala,  Guyana,  Haiti,  Honduras, Martinique,  Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap
11. Apakah efek yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika?
Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit yang lebih berat  selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil lebih berisiko terhadap sindrom guillan barre.
12. Apakah  ada  hubungan  antara  infeksi  virus  Zika  dengan  kejadian  mikrosefalus kongenital?
Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.
13. Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit virus Zika?
Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.
14. Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?
Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

Kenali 10 Gejala Gagal Ginjal

Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan dunia dengan beban biaya kesehatan yang tinggi. Sehingga penyakit ginjal kronis pada anak dapat dicegah dengan melakukan upaya pencegahan, dan pengendalian Hipertensi, Diabetes Melitus serta obesitas sejak dini.
Kualitas hidup anak dengan penyakit ginjal kronis lebih rendah dibandingkan anak yang sehat, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun prestasi belajar. Selain itu orang tua anak dengan penyakit ginjal kronis hidup dalam kecemasan, kelelahan sik, ketidakpastian mengenai prognosis, dan masalah nansial.
Agar dapat melakukan pencegahan, perlu mengenali 10 gejala gagal ginjal:
1.Edema (bengkak) simetris pada kaki kiri dan kanan
Gejalanya sangat bervarias, yang telihat dan berhubungan langsung dengan saluran kemih adalah bengkak simetris di kedua kaki. Karena urin tidak dikeluarkan dengan baik artinya ada retensi cairan dalam kedua kaki sehingga mengalai pembengkakkan.
Kalau bengkaknya simetris maka itu gejala dari penumpukan cairan akibat tidak berfungsinya ginjal dengan baik.
2.Hematuria (ada darah dalam pada urin)
Sering kali ini tidak bisa terlihat oleh mata kecuali memeriksakan urin maka terlihat ada banyak sel darah merah tapi tak kasat mata. Selain itu, ketika mengetahui ada perubahan warna urin segera lakukan pemeriksaan lab.
3.Leukosituria (sel darah putih pada urin)
Adanya sel darah putih pada urin ini menunjukkan infeksi.
4.Proteinuria (protein dalam urin)
Urin harus keluar pada komposisi yang sesuai, artinya urin harus dikeluarkan karena tidak dibutuhkan oleh tubuh. Namun jika urin itu keluar bersama protein, termasuk sel darah putih, itu adalah gejala gagal ginjal.
Ketika dalam pemeriksaan urin ada komponen lain yang tidak seharusnya keluar, maka itu tanda bahwa ginjal tidak bekerja dengan baik.
5.Oliguria (penurunan produksi urin)
Seringkali seseorang yang mengalami gangguan ginjal tidak menyadari produksi urinnya menurun sampai terjadi gejala berupa bengkak pada kedua kaki.
6.Hipertensi
Hipertensi sering diartikan sebagai penyakit orang dewasa, padahal anak-anak bisa mengalaminya. Menjelaskan seringkali ada mitos atau kepercayaan, atau pengetahuan salah bahwa bila terlalu banyak mengonsumsi obat hipertensi bisa merusak ginjal, padahal itu sama sekali salah, yang merusak ginjal justru hipertensinya.
Hipertensi itu bisa menyebabkan ginjal rusak, masalah otak, dan stroke, sehingga perlu obat seumur hidup. Jangan khawatir itu tidak menyebabkan ginjal rusak.
7.Gangguan Pertumbuhan
Hal yang spesifik pada anak adalah adanya pertumbuhan sehingga ketika dia mengalami penyakit kronis seperti gagal ginjal, maka akan ada gangguan pertumbuhan.
8.Anemia
Salah satu tugas ginjal adalah membentuk sel darah merah, maka pada kelainan ginjal akan terjadi anemia.
9.Kelainan Tulang
Vitamin D dibentuk di ginjal, maka ketika vitamin D itu rendah karena ginjal bermasalah, bisa terjadi kelainan tulang, tulang itu mudah bengkok atau patah.
10.Sesak dan demam berulang
Gejala lainnya adalah terjadi sesak karena penumpukkan cairan yang kemudian menumpuk di paru-paru. Selain itu juga mengalami demam berulang umumnya terjadi karena infeksi pada saluran kemih.

Deteksi Dini Cegah Kanker

Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa

Satu gigitan anjing bisa merenggut nyawa manusia. Gigitan anjing ini bisa menularkan penyakit rabies kepada manusia yang berujung pada kematian. Rabies menyerang sistem saraf pada manusia dan hewan berdarah panas (anjing, kucing, kera) yang disebabkan oleh virus rabies.
Virus rabies bisa menular melalui gigitan dan non gigitan (goresan, cakaran atau jilatan) pada kulit yang terbuka (luka) oleh hewan yang terinfeksi virus rabies.
”Setelah masuk ke dalam tubuh, virus rabies bereplikasi dan menjalar dari susunan syaraf perifer ke susunan syaraf pusat,” kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, di Jakarta (27/2)
Gejala klinis akan muncul setelah virus rabies mencapai susunan saraf pusat dan menginfeksi seluruh neuron terutama di sel-sel limbik, hipotalamus dan batang otak. Virus rabies menyebar melalui sistem saraf, sehingga tidak terdeteksi melalui pemeriksaan darah.
”Hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa mendiagnosa dini sebelum muncul gejala klinis rabies,” terang Nadia.
Gejala rabies pada hewan sangat bervariasi, antara lain: adanya perubahan tingkah laku seperti mencari tempat yang dingin dan menyendiri, agresif atau menggigit benda-benda yang bergerak termasuk terhadap pemilik, pica (memakan benda-benda yang tidak seharusnya menjadi makanannya), hiperseksual, mengeluarkan air liur berlebihan, inkoordinasi, kejang-kejang, paralisis/lumpuh dan akan mati dalam waktu 14 hari namun umumnya mati pada 2-5 hari setelah tanda-tanda tersebut terlihat.
Sementara rabies pada manusia adalah menunjukkan gejala radang otak akut (encephalitis) seperti hiperaktifitas, kejang, atau kelumpuhan (paresis/paralisis), terjadi koma dan biasanya meninggal karena gagal pernafasan pada hari ke 7 10 sejak timbul gejala pertama (onset) dan mempunyai riwayat gigitan oleh hewan penular rabies (HPR).
”Apabila penderita rabies telah menunjukan tanda klinis, biasanyaa berujung pada kematian baik pada hewan maupun manusia. Biasanyaa hewan rabies akan mudah agresif menyerang manusia tanpa sebab, kondisi ini mengakibatkan timbulnya rasa takut dan kekhawatiran bagi masyarakat,” jelas Nadia.
Pencegahan Rabies
Pencegahan rabies dilakukan dengan melakukan tatalaksana luka gigitan hewan penular rabies (GHPR). Pertama, melakukan pencucian luka gigitan dengan menggunakan air dan sabun selama kurang lebih 15 menit. Pencucian ini harus segera dilakukan setelah terjadi pajanan (jilatan, cakaran atau gigitan) oleh hewan penular rabies (HPR) untuk membunuh virus rabies yang berada di sekitar luka gigitan.
Kedua, memberikan Antiseptik setelah dilakukan pencucian luka untuk membunuh virus rabies yang masih tersisa di sekitar luka gigitan. Antiseptik yang dapat diberikan diantaranya povidon iodine, alkohol 70%, dan zat antiseptik lainnya.
Ketiga, pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) untuk membangkitkan sistem imunitas dalam tubuh terhadap virus rabies dan antibodi yang terbentuk bisa menetralisasi virus rabies sesuai dengan kriteria.
VAR diberikan pada hari ke-0 sebanyak 2 dosis (pada lengan kanan & kiri), hari ke-7 sebanyak 1 dosis (pada lengan kanan/kiri) dan hari ke-21 sebanyak 1 dosis (pada lengan kanan/kiri). Sedangkan SAR diberikan bersamaan dengan pemberian VAR pada hari ke-0 secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin, lalu sisanya disuntikkan.
Pemberian VAR dan SAR perlu dipertimbangkan kondisi hewan pada saat pajanan terjadi, hasil observasi hewan, hasil pemeriksaan laboratorium spesimen otak hewan, serta kondisi luka yang ditimbulkan.
Untuk kategori luka risiko tinggi, yaitu jilatan/luka pada mukosa, luka di atas daerah bahu (leher, muka dan kepala), luka pada jari tangan dan jari kaki, luka di area genitalia, luka yang lebar/dalam, atau luka multiple (multiple wound) perlu diberikan VAR dan SAR. Sedangkan luka risiko rendah, yaitu jilatan pada kulit terbuka atau cakaran / gigitan kecil yang menimbulkan luka lecet di area badan, tangan dan kaki yang tidak banyak persyarafan cukup diberikan VAR.
Di sisi lain lakukan observasi hewan (kandangkan atau ikat hewan) yang menggigit selama 14 hari. Sebaiknya hentikan pemberian VAR bila hasil observasi hewan menunjukkan hewan sehat, atau hasil pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen otak hewan menunjukkan hasil negatif.

Pencegahan dan Vaksin DBD

Penyakit DBD adalah penyakit infeksi oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, dengan gejala demam tinggi mendadak disertai manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan renjatan dan kematian. Sampai sekarang penyakit DBD belum ditemukan obat, sehingga satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya penyakit ini dengan pengendalian vektor.

Pengendalian vektor pembawa virus Dengue dengan fogging insektisida tidak efektif oleh karena nyamuk Aedes mempunyai kemampuan menularkan virus kepada keturunannya secara transovarial atau melalui telurnya. Keturunan nyamuk yang menetas dari telur nyamuk terinfeksi virus DBD secara otomatis menjadi nyamuk terinfeksi yang secara langsung dapat menularkan virus DBD kepada inangnya yaitu manusia.

Dengan demikian maka kita harus menjadikan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dikenal sebagai gerakan (3M+) sebagai benteng utama usaha pengendalian vektor. Usaha ini harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan pelaksanaan usaha tersebut dapat menekan masalah DBD yang selalu menjadi masalah setiap tahunnya.

Vaksin DBD

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa vaksin dengue sebagai cara mencegah dan obat demam berdarah dapat diberikan pada orang-orang yang berusia 9-45 tahun, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan DBD. Vaksin dengue tetap dapat diberikan meskipun Anda sudah pernah menderita demam berdarah sebelumnya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, virus Dengue memiliki 4 serotipe yang berbeda. Lewat vaksin dengue, tubuh Anda dapat membangun kekebalan terhadap semua serotipe virus DBD.

Vaksin dengue sudah ada di Indonesia sejak tahun 2016, namun sedang dalam tahap penelitian uji klinis fase III untuk menguji manfaat dan keamanan vaksin. Fase III adalah fase terakhir sebelum akhirnya dipasarkan dan diamati efektivitasnya dalam skala besar.

Meski belum tersedia meluas, namun vaksin dengue ini sudah disetujui oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Saat ini terdapat 10 negara di dunia yang telah menyetujui penggunaan vaksin dengue yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brazil, Puerto Rico, Meksiko, Honduras, dan Kolombia. Untuk mendapatkan vaksin dengue, bisa datang langsung ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat dan tanyakan ketersediannya atau bisa dicari di apotek-apotek.Vaksin ini belum tersedia di Puskesmas karena belum masuk ke dalam program imunisasi nasional. Saat ini harganya masih tergolong cukup mahal yaitu sekitar 1 juta rupiah per 1 kali suntik vaksin.

Vaksin dengue akan paling efektif sebagai pencegahan sekaligus obat demam berdarah ketika diberikan pada anak yang berusia 9-16 tahun. Namun jika anak Anda belum mencapai usia ini, sebaiknya jangan dulu berikan vaksin dengue. Karena jika vaksin dengue diberikan terlalu dini pada anak di bawah usia 9 tahun, vaksin ini dapat meningkatkan risiko anak menjalani opname yang membutuhkan waktu lama. Risikonya untuk menderita DBD berat juga dapat meningkat, yang tentu membawa risiko bahaya dan komplikasinya tersendiri.