Pos

Penyakit Ginjal Pada Anak

Penyakit ginjal adalah kelainan yang mengenai organ ginjal yang timbul akibat berbagai faktor, misalnya infeksi, tumor, kelainan bawaan, penyakit metabolik atau degeneratif. Penyakit ginjal kronis, biasanya timbul secara perlahan dan sifatnya menahun.
Penyakit ginjal kronis pada balita, paling sering disebabkan karena kelainan bawaan, misalnya kelainan atau kekurangan dalam pembentukan jaringan ginjal, disertai adanya sumbatan atau tanpa sumbatan. Sedangkan pada usia 5 tahun ke atas sering disebabkan oleh penyakit yang diturunkan (misalnya penyakit ginjal polikistik) atau penyakit yang didapat (misalnya glomerulonefritis kronis).
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronis adalah riwayat keluarga dengan penyakit ginjal polikistik atau penyakit ginjal genetic, bayi dengan berat lahir rendah atau prematur, anak dengan riwayat gagal ginjal akut, kelainan bawaan ginjal, infeksi saluran kemih, riwayat menderita sindrom nefrotik atau sindrom nefritis akut atau sindrom hemolitik uremik, riwayat menderita penyakit sistemik (kencing manis, lupus, Henoch Schoenlein purpura), dan riwayat menderita tekanan darah tinggi.
Jenis gangguan ginjal secara umum berdasarkan terjadinya penyakit ada dua, yakni pertama, penyakit ginjal akut, artinya penyakit ginjal timbul yang mendadak dan waktunya singkat.
”Penyakit ginjal akut ini umumnya penyakit yang sembuh sempurna, jadi tidak ada gejala sisanya.
Kedua, penyakit ginjal kronis yang pada umumnya menetap selama lebih dari 3 bulan, tetapi banyak juga penyakit ginjal kronis yang akan dialami seumur hidup. Artinya tidak ada lagi perbaikan untuk ginjalnya, harus ada terapi secara terus-menerus seumur hidup.
”Penyakit ginjal itu seringkali menyerang dewasa tapi ternyata ada juga banyak pada anak. Banyak anak-anak yang sebetulnya sehat kemudian mengalami dehidarasi misalnya karena diare yang berkepanjangan atau hal berat lainnya yang tidak tertangani yang menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang” katanya.
Untuk mengetahui gejala gangguan ginjal salah satunya bisa diketahui melalui kaki yang membengkak secara simetris. Ketika ada pasien yang seperti itu, dokter harus segera menindaklanjutinya.
Pemeran utama adalah tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Setelah dilakukan cek lab dan ditemukan kecurigaan harus segera ditindaklanjut.

Kenali 10 Gejala Gagal Ginjal

Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan dunia dengan beban biaya kesehatan yang tinggi. Sehingga penyakit ginjal kronis pada anak dapat dicegah dengan melakukan upaya pencegahan, dan pengendalian Hipertensi, Diabetes Melitus serta obesitas sejak dini.
Kualitas hidup anak dengan penyakit ginjal kronis lebih rendah dibandingkan anak yang sehat, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun prestasi belajar. Selain itu orang tua anak dengan penyakit ginjal kronis hidup dalam kecemasan, kelelahan sik, ketidakpastian mengenai prognosis, dan masalah nansial.
Agar dapat melakukan pencegahan, perlu mengenali 10 gejala gagal ginjal:
1.Edema (bengkak) simetris pada kaki kiri dan kanan
Gejalanya sangat bervarias, yang telihat dan berhubungan langsung dengan saluran kemih adalah bengkak simetris di kedua kaki. Karena urin tidak dikeluarkan dengan baik artinya ada retensi cairan dalam kedua kaki sehingga mengalai pembengkakkan.
Kalau bengkaknya simetris maka itu gejala dari penumpukan cairan akibat tidak berfungsinya ginjal dengan baik.
2.Hematuria (ada darah dalam pada urin)
Sering kali ini tidak bisa terlihat oleh mata kecuali memeriksakan urin maka terlihat ada banyak sel darah merah tapi tak kasat mata. Selain itu, ketika mengetahui ada perubahan warna urin segera lakukan pemeriksaan lab.
3.Leukosituria (sel darah putih pada urin)
Adanya sel darah putih pada urin ini menunjukkan infeksi.
4.Proteinuria (protein dalam urin)
Urin harus keluar pada komposisi yang sesuai, artinya urin harus dikeluarkan karena tidak dibutuhkan oleh tubuh. Namun jika urin itu keluar bersama protein, termasuk sel darah putih, itu adalah gejala gagal ginjal.
Ketika dalam pemeriksaan urin ada komponen lain yang tidak seharusnya keluar, maka itu tanda bahwa ginjal tidak bekerja dengan baik.
5.Oliguria (penurunan produksi urin)
Seringkali seseorang yang mengalami gangguan ginjal tidak menyadari produksi urinnya menurun sampai terjadi gejala berupa bengkak pada kedua kaki.
6.Hipertensi
Hipertensi sering diartikan sebagai penyakit orang dewasa, padahal anak-anak bisa mengalaminya. Menjelaskan seringkali ada mitos atau kepercayaan, atau pengetahuan salah bahwa bila terlalu banyak mengonsumsi obat hipertensi bisa merusak ginjal, padahal itu sama sekali salah, yang merusak ginjal justru hipertensinya.
Hipertensi itu bisa menyebabkan ginjal rusak, masalah otak, dan stroke, sehingga perlu obat seumur hidup. Jangan khawatir itu tidak menyebabkan ginjal rusak.
7.Gangguan Pertumbuhan
Hal yang spesifik pada anak adalah adanya pertumbuhan sehingga ketika dia mengalami penyakit kronis seperti gagal ginjal, maka akan ada gangguan pertumbuhan.
8.Anemia
Salah satu tugas ginjal adalah membentuk sel darah merah, maka pada kelainan ginjal akan terjadi anemia.
9.Kelainan Tulang
Vitamin D dibentuk di ginjal, maka ketika vitamin D itu rendah karena ginjal bermasalah, bisa terjadi kelainan tulang, tulang itu mudah bengkok atau patah.
10.Sesak dan demam berulang
Gejala lainnya adalah terjadi sesak karena penumpukkan cairan yang kemudian menumpuk di paru-paru. Selain itu juga mengalami demam berulang umumnya terjadi karena infeksi pada saluran kemih.