Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Jurusan Teknologi Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes di Manado

Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Peserta Praktek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM) Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Manado di Dinas Kesehatan Kota Manado Tahun 2019, yang dilaksanakan pada hari Senin, 23 September 2019 yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Bapak Ronny Suoth, SKM, S.Psi., M.Kes. Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan  meminta  agar setiap mahasiswa menggunakan kesempatan ini untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di Kampus dan memberdayakanilmu tersebut melalui praktek di Puskesmas sehingga dapat mewujudkandari perpaduan antara ilmu yang didapatkan di Kampus dan praktek ilmu yang akan diperoleh di Puskesmas. “ Silahkan mahasiswa bertanya kepada senior-senior yang ada di Puskesmas, dan setiap CI (Clinical Instruktur) yang diberi tanggung jawab untuk membimbing dan mereka wajib memberikan waktu dan perhatian yang maksimal sehingga proses pembelajaran di lapangan mendapatkan nilai tambah yang positif, melalui target-target yang diharapkan oleh mahasiswakatanya. “Begitu  juga dengan pihak pembimbing dari Kampus agar memberikan bimbing secara periodik dengan kunjungan di Puskesmas sebanyak 2-3 kali selama praktek” Ucapnya.

Sebelum sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan, maka telah diawali dengan sambutan dari Direktur Poltekkes Kemenkes. Dra. Elisabeth N. Barung, M.Kes., Apt. “ Poltekkes Kemenkes Manado mempunyai 7 jurusan dengan 13 program studi, tetapi tahun 2020 akan dibuka program studi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Bank Darah, Prodi D4 TLM, Tahun 2019 saat telah dibuka Program Studi Promosi Kesehatan dan saya menggunakan kesempatan untuk memberikan informasi kepada Puskesmas dan Dinas KesehatanUcapnya. Setelah selesai memberikan sambutan dilanjutkan dengan Penerimaan secara simbolis melalui pemasangan Jaket Almamater kepada 12 mahasiswa yang akan digunakan selama praktek, pemasangan ini dilakukan masing-masing oleh Kepala Bidang SDK , Direktur Poltekkes Kemnkes, Seksi SDMk, Puskesmas dan para dosen di Jurusan TLM.

Pemkelalan/Materi Praktek oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dengan materi tentang program atau kegiatan Puskesmas sesuai Permenkes nomor 75 tahun 2014, serta Peraturan Walikota Manado Nomor 58 Tahun 2017 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Unita Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat dan Instalasi Farmasi pada Dinas Kesehatan Kota Manado serta kegiatan-kegiatan di Dinas Kesehatan sesuai Peraturan Walikota Manado Nomor 38 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi Tata Kerja dan Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Kesehatan Kota Manado Tipe A. Berkaitan dengan materi Pembekalan maka Kepala Bidang SDK mengatakan bahwa Puskesmas yang tempat praktek harus memberikan informasi tentang kegiatan atau program-program yang sedang dilaksanakan saat ini dan tetap menekankan pada 4 program prioritas Puskesmas  dari 12 program dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu (1) Penanganan kesehatan Ibu Hamil sesuai standar, (2) Pelayanan Ibu bersalin, (3) Pelayanan Bayi Baru Lahir (BBL) dan (4) program kesehatan jiwa. Katanya.

Penyelenggara kegiatan adalah Dinas Kesehatan Kota Manado Seksi Sumberdaya Manusia Kesehatan (SDMK) Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) dengan peserta kegiatan dari Clinical Instruktur (CI)Puskesmas diwakili oleh Indriyati Sasantini, AMd.AK (Puskesmas Bahu) Irmawati, AMd.Kes (Puskesmas Wawonasa) dan Jaclin Poeleo, S.Kep., Ns,(Puskesmas Kombos)  serta dari  Poltekkes Kemenkes Manado yaitu Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) sebagai peserta Praktek sebanyak 49 orang dan turut dihadiri langsung Dra. Elisabeth N. Barung, M.Kes., Apt., sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes, Elne Vieke Rambi, S.Pd., M.Si sebagai Ketua Jurusan TLM, Muhamad Ali Makaminan, S.Kep., Ns., M.Kes sebagai Sekretaris Jurusan TLM dan dosen Pembimbing masing masing Rudolf A. Tatuh, S.Pd., dan dan Dyan Sukandar, SKM, M.Kes. Setelah selesai dengan pembekalan dilanjutkan dengan penerimaan langsung oleh Puskesmas yang akan menjadi tempat pelaksanaan Praktek di Puskesmas Bahu, Tuminting, Ranotana Weru, Wawonasa, Tikala Baru, Ranomuut, Kombos dan Paniki Bawah selama 21 hari kerja terhitung mulai tanggal 23 September 2019 sampai 16 Oktober 2019.  Sebelum mahasiswa kembali ke kampus maka harus dilakukan evaluasi praktek tanggal 16 Oktober 2019 di Dinas Kesehatan Kota Manado untuk mengetahui pelaksanaan praktek di Puskesmas.

Pertanyaan Seputar Virus Zika

1.  Apakah virus Zika itu?
Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.
2.  Bagaimana cara penularan virus Zika?
Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan daoat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.
3.  Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?
Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi termasuk ibu hamil.
4.  Apa saja gejala infeksi virus Zika?
1 diantara 5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Adapun gejala infeksi virus zika diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.
5.  Apakah ada komplikasi yang ditimbulkan dari infeksi virus Zika?
Pada beberapa kasus suspek Zika dilaporkan juga mengalami sindrom Guillane Bare. Namun hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.
6.  Apa jenis pemeriksaan virus Zika untuk ibu hamil?
Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR.
7.  Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk virus Zika?
Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus pada gejala yang ada.
8.  Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi virus Zika?
Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan hal-hal sebagai berikut:
   Istirahat cukup
   Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi
   Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri
   Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation) lainnya.
   Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.
9.  Bagaimana cara pencegahan penularan virus Zika?
Pencegahan penularan virus ini dapat dilakukan dengan:
   menghindari kontak dengan nyamuk
   melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)
   melakukan  pengawasan  jentik  dengan  melibatkan  peran  aktif  masyarakat  melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
   meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
   pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.
10. Negara mana sajakah yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?
Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana,  Guadeloupe,  Guatemala,  Guyana,  Haiti,  Honduras, Martinique,  Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap
11. Apakah efek yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika?
Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit yang lebih berat  selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil lebih berisiko terhadap sindrom guillan barre.
12. Apakah  ada  hubungan  antara  infeksi  virus  Zika  dengan  kejadian  mikrosefalus kongenital?
Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.
13. Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit virus Zika?
Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.
14. Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?
Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA JADI PERHATIAN DUNIA

Resistensi Antimikroba telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Dalam laporannya tahun 2014, WHO menyatakan bahwa masalah ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk di Indonesia. Masalah ini muncul akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak yang berujung pada tidak efektifnya terapi antimikroba. 

Meski resistensi antimikroba dianggap penting dan strategis dalam kesehatan masyarakat, masalah ini belum mendapatkan perhatian luas untuk dikembangkan melalui penelitian dan inovasi.

Dari hasil analisis yang dilakukan oleh konsultan WHO pada saat penyusunan rencana aksi terungkap bahwa walaupun pelaksanaan awal telah berlangsung dan berkembangseperti kewaspadaan dan surveilans, namun pengendalian resistensi antimikroba belum dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu secara lintas sektor.

Sumber: Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Upaya Penanggulangan Penyakit Menular Yang Dapat Menimbulkan Wabah

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1501 tahun 2010 mengatur tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. Adapun penetapan jenis-jenis penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, sosial budaya, keamanan, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menyebabkan dampak malapetaka di masyarakat.

Terdapat 18 Penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah, yaitu; (1) Kolera, (2) Pes, (3) Demam Berdarah Dengue, (4) Campak, (5) Polio, (6) Difteri, (7) Pertusis, (8) Rabies, (9) Malaria, (10) Avian Influenza H5N1, (11) Antraks, (12) Leptospirosis, (13) Hepatitis, (14) Influensa (15) Influenza A baru (H1N1) / Pandemi tahun 2009, (16) Meningitis, (17) Yellow Fever, dan (18) Chikungunya.

Salah satu upaya penanggulangan adalah berupa penyelidikan epidemiologi. Penyelidikan epidemiologi adalah penyelidikan yang dilakukan untuk mengenal sifat-sifat penyebab penyakit, sumber dan cara penularan serta faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya wabah. Contoh pada kasus penyakit Demam Berdarah Dengue, maka petugas akan mengunjungi rumah penderita untuk mencari tau asal dan sumber penularan sehingga dapat dilakukan tindakan yang perlu untuk pengendalian penyakit misalnya dengan tindakan pengasapan (fogging) sehingga mengurangi kemungkinan orang lain untuk tertular penyakit tersebut.

Kendala yang dihadapi dalam upaya penyelidikan epidemiologi adalah alamat penderita yang masuk rumah sakit dengan diagnosa penyakit yang berpotensi wabah seringkali tidak jelas, juga termasuk penderita yang berasal dari luar Kota Manado. Hal ini membuat petugas kesulitan untuk menemukan tempat tinggal penderita tersebut sehingga upaya penanggulangan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Diharapkan agar penderita dan keluarga penderita dapat memberikan alamat yang jelas, misalnya selain mencantumkan alamat Lingkungan dan Kelurahan juga marka atau penunjuk tempat seperti disamping bangunan/gedung A, sehingga upaya penanggulangan bisa lebih efektif dan efisien. Selain itu petugas kesehatan diharapkan dapat mendata alamat penderita dengan jelas.

 

 

 

TP-PKK Kota Manado Raih Juara Satu Festival Pangan Tingkat Provinsi Sulut

Prestasi membanggakan diraih Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakni mendapat juara satu Festival Pangan non Beras non Terigu. Dalam festival yang diikuti TP-PKK dari 15 kabupaten/kota se-Sulut itu dengan tim penilai dari Kantor Pusat Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian, kemudian unsur TP-PKK Provinsi Sulut serta unsur Akademisi dari Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unsrat.

TP-PKK Kota Manado, berhasil menampilkan produk pangan non-beras dan non-terigu dengan baik. Ketua TP-PKK Kota Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA yang turut didampingi Kadis Ketahanan Pangan Recky Sondakh mengatakan, keikut-sertaan TP-PKK Kota Manado pada kegiatan Festival Pangan telah diawali dengan kegiatan Lomba Cipta Menu (LCM) tingkat Kota Manado yang dilaksanakan tanggal 20 September 2017 lalu. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, pentingnya penerapan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman atau B2SA.

Ini juga sekaligus untuk mengajak masyarakat atau ibu-ibu PKK agar mampu meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumberdaya lokal,” ujar isteri tercinta Walikota Manado. Menurutnya, sebagai kota yang berdaya saing dan berkualitas, aspek konsumsi pangan dan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator penting yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“Oleh karena itu, perwujudan ketahanan pangan Nasional secara strategis dimulai dari pemenuhan pangan ditingkat rumah tangga, yang secara kumulatif akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan ditingkat kota, provinsi dan nasional. Setiap warga atau keluarga yang berada di Kota Manado tentu berhak memiliki suatu ketahanan pangan, yaitu suatu kondisi yang menunjukkan terpenuhinya pangan di tingkat rumah tangga secara mencukupi, berkualitas, aman, merata dan terjangkau,” tandas Prof Paula. Dikatakan, aspek konsumsi pangan sangat erat kaitannya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Bukti empiris menunjukkan kualitas SDM sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. “Masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yang akan datang. Konsumsi pangan yang berkualitas, yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, secara gencar pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan.

Upaya tersebut dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral, yang menjadikan kualitas gizi lebih baik,” pungkas Prof Paula.

Cari Solusi Pembebasan Lahan, Walikota Manado dan Kejati Sulut Menggelar Pertemuan

Pembahasan terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Rabu (22/11/2017). Dimana, pembahasan di aula Kantor Kejati Sulut, jalan 17 Agustus Manado itu dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut), Mangihut Sinaga SH.,MH. Walikota Manado, GS Vicky Lumentut yang diundang pun terlibat pembicaraan serius dan penuh keakraban.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Manado diminta ikut mencari solusi terhadap permasalahan pembebasan lahan proyek pekerjaan River Improvement of Lower Reaches of Tondano River Segmen II dan III, Package 6A dan 6B, yang digagas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara.

“Kami menggelar pertemuan ini untuk mencari solusi bersama, seputar permasalahan pembebasan lahan yang oleh sejumlah warga belum ada titik temu. Kita harus mengadakan pendekatan persuasif dulu, jika tidak ada titik temu baru aturan hukum yang berlaku nantinya,” ucap Kejati

Walikota Manado sendiri sangat berterima kasih atas inisiatif pihak Kejaksaan Tinggi Sulut untuk membantu pemerintah dalam permasalahan pembebasan lahan, khususnya di Kota Manado.

“Terima kasih telah mengundang kami dalam pertemuan yang sangat strategis ini. Apalagi, proyek pembangunan revitalisasi sungai Tondano ini, besar manfaat nanti khususnya mendongrak sektor pariwisata,” ujar Walikota

Revitalisasi sungai Tondano, tambah Walikota, membawa banyak manfaat diantaranya sebagai obyek wisata serta salah satu solusi mengatasi kemacetan.

“Ini akan jadi objek wisata baru, karena sungai akan menjadi tempat yang baru bagi daya tarik Pariwisata di kota Manado. Selain itu, sebagai solusi mengatasi kemamacet ada di sana, yakni wisata sungai,” tutur Walikota

Dikatakan, sebagai tindak lanjut penyelesaian masalah pembebasan lahan revitalisasi Sungai Tondano, pihaknya akan membentuk Tim Kerja Khusus.

“Saya akan bentuk Tim Kerja Khusus, untuk mempercepat penyelesaian Proyek Pembangunan Sungai Tondano dan lainnya. Pemkot Manado akan memanggil dan melakukan pertemuan atau dialog dengan pihak yang belum mengizinkan lahan mereka untuk dibebaskan. Tetap kita akan cari Win-Win Soluttion bersama,” kata Walikota

Sementara itu, Kepala Balai Sungai Wilayah Sulawesi, Jidon Watania menyatakan untuk normalisasi Sungai Tondano, pembebasan lahan tinggal 39 persen dan sudah 60 persen lebih yang sudah dibebaskan.

“Sesuai persetujuan JICA pekerjaan diperpanjang hingga September 2018. Kalau tidak menemui solusi, baru akan ke penegakkan hukum. Karena sudah ada aturan yang menegaskan 15 meter bantaran dan sepadan sungai, dilarang ada bangunan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Peraturan Wali Kota tentang sepadan Sungai baik Hotel maupun rumah,” tukas Jidon.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kakanwil BPN Sulut Freddy Kolintana, Kadis Perumahan Pemukiman Manado Roy Mamahit, Kabag Hukum Pemkot Manado Paskah Yanti Putri dan sejumlah Camat di Kota Manado. (ES/AM)

Apel KORPRI Oktober 2017, Pelayan Rakyat Pastikan Kepentingan Publik Dapat Terpenuhi

Membangun kota cerdas dimulai dari birokrat yang juga cerdas. Konteksnya pegawai KORPRI yang paham tupoksi, tidak menunda kerja, dan tidak mempersulit orang lain dalam kerja. Pelayan rakyat dipercayakan untuk menata berbagai hal, memastikan bahwa kepentingan publik dapat terpenuhi, agar warga kota Manado dapat mengolah kehidupan dalam situasi aman, nyaman dan menyenangkan.

Hal itu diungkapkan oleh pembina apel Walikota Manado GS Vicky Lumentut melalui Wakil Walikota (Wawali) Mor D Bastiaan dalam awal sambutannya pada Apel KORPRI Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa 17 Oktober 2017 pagi hari di Lapangan Sparta Tikala.

Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pegawai sebanyak 5972 PNS di Pemkot Manado (menurut data SIMPEG BKD Kota Manado sampai bulan Oktober 2017) agar dapat mengimbangi segi kuantitas, telah terwujud seperti dengan diadakannya berbagai bimbingan teknis bagi para pegawai yang menangani atau menjadi operator dalam hal-hal khusus.

Wawali menyampaikan bahwa situasi dan perkembangan zaman mendorong PNS sebagai abdi masyarakat untuk beradaptasi (menyesuaikan diri). “Harus memahami dan menguasai teknologi terkini, serta mampu menerapkannya di lingkungan kerja, agar kualitas kinerja meningkat, dan pelayanan publik dapat dilaksanakan dengan lebih memuaskan. Setelah bisa beradaptasi, niscaya bahkan dapat berakselerasi, dengan mengembangkan pengetahuan dan teknologi, serta merumuskan kebijakan dan perencanaan program kegiatan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat jauh ke depan. Berakselerasi berarti menjadi manusia visioner, bukan lagi sekedar bekerja mekanis,” kata Wawali.

Lanjut, Wawali membagikan sikap optimis kepada para PNS. “Saya percaya, segenap jajaran Pemerintah Kota Manado dapat beradaptasi dan berakselerasi dengan kemajuan zaman. Kuncinya adalah pada mindset (pola pikir) dan culture set (budaya kerja). Pola pikir terbuka memampukan kita belajar dan berusaha, sementara budaya kerja yang berlandaskan disiplin dan profesionalisme menuntun kita pada keberhasilan dan prestasi. Beradaptasi dan berakselerasi. Pahami, kuasai, dan kembangkan. Itulah yang dapat kita upayakan untuk membangun kota Manado sebagai Smart City,” terang Wawali.

Walikota Manado Jadi Irup Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2017 tingkat Kota Manado dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala Manado dengan inspektur upacara (Irup) Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Sabtu (28/10) pagi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Walikota Manado, ikut membakar semangat generasi muda Indonesia khususnya di Kota Manado. “Melalui peringatan hari Sumpah Pemuda tahun ini, kami menyampaikan salam hangat bagi tokoh-tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan manca negara beserta keluarga, untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia, serta terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Walikota mengutip kata-kata Menpora. Lanjut dikatakan, sebagai generasi muda yang hidup di era sekarang ini, patut memberi apresiasi yang tinggi terhadap pernyataan Ir Soekarno Presiden RI pertama yang menganggap pemuda itu sangat penting sebagai kekuatan untuk menaklukan dunia.

“Penghargaan dan hormat kita semua kepada Bung Karno, bapak bangsa tokoh pemuda masa itu, yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, Beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” tegas Walikota. Dikatakannya juga, sebagai pemimpin di Kota Manado, dirinya terus mensupport dan mendorong para pemuda di kota ini untuk meningkatkan kreatifitas serta perannya dalam membangun Kota Manado,” tandas Walikota, seraya menyampaikan selamat Hari Sumpah Pemuda tahun 2017.

Upacara yang berlangsung khidmat itu, turut dihadiri Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, Dandim 1309 Manado Letkol ARM Toar Pioh, para pejabat Perangkat Daerah dilingkup Pemerintah Kota Manado serta ratusan peserta upacara khususnya para pemuda di Kota Manado.

Walikota Manado Tinjau Lokasi Pembangunan Rumah Korban Bencana di Pandu

Pembangunan rumah korban bencana 15 Januari 2014, di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, terus menjadi perhatian Walikota Manado GS Vicky Lumentut. Meski disibukan dengan berbagai tugas pemerintahan, Walikota Manado masih menyempatkan diri mendatangi lokasi pembangunan rumah tersebut, Rabu (01/11). Kedatangan Walikota Manado disambut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Maxmilian Tatahede SSos, bersama para pelaksana pembangunan. Selain rumah warga korban bencana, Walikota juga meninjau berbagai fasilitas umum yang sementara dibangun, seperti masjid, gereja maupun sekolah.

“Saya minta agar pembangunan rumah korban bencana ini dilakukan secara benar. Jangan sampai setelah selesai sebentar, menjadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), dan kemudian akan bermasalah secara hukum,” kata Walikota. Menurutnya, masih ada 1.054 rumah yang akan dibangun untuk memenuhi permintaan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang diajukan pasca bencana 2014 lalu. Dana yang digunakan merupakan dana dari pemerintah pusat, sedangkan lahan disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara.

“Jika ada masalah terkait tanah disini, silahkan dikomunikasikan ke BPBD Provinsi Sulut. Karena, soal tanah pembangunan rumah ini diberikan oleh pihak Provinsi,” pesan Walikota GSVL. Ketika bertemu warga dalam peninjauan tersebut, Walikota meminta mereka untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Apalagi tahun 2018 mendatang, lokasi itu akan diresmikan menjadi satu kelurahan dengan nama Kelurahan Pandu Cerdas. “Mari bantu kami ikut menjaga keamanan dan ketertiban disini. Kami juga akan menempatkan Babinsa dan Babinkamtibmas di lokasi ini, untuk membantu dalam menangani masalah keamanan,” tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, saat meninjau pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Walikota berjanji untuk membangun gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Sekarang ini memang baru gedung SD dan SMP yang kita bangun disini, tetapi kedepan saya akan upayakan dibangun gedung SMA. Kalau untuk PAUD sementara gunakan saja aula yang tersedia, sambil menunggu adanya gedung untuk PAUD. Supaya, anak-anak kita bisa mendapat pendidikan sejak dini melalui PAUD,” ujar Walikota. Warga sendiri menyampaikan terima kasih kepada Walikota Manado yang menaruh perhatian besar bagi mereka. Bahkan, selain rumah tinggal, fasilitas lainnya sedang dibangun pemerintah seperti sekolah, rumah ibadah, pasar, Puskesmas, jalan, listrik, air minum dan jalur angkutan kota. “Terima kasih Pak Walikota, telah menaruh perhatian yang sangat besar kepada kami di lokasi ini,” ujar Eva Mengko, ibu rumah tangga yang ada.

Walikota Manado Lihat Langsung Proyek Jalan dan Drainase di Gunung Tumpa

Lokasi obyek wisata Gunung Tumpa yang berada di Kecamatan Bunaken, juga tak pernah lepas dari pengamatan Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA. Pasalnya, Gunung Tumpa sekarang ini tengah menjadi fokus perhatian internasional terkait berbagai even dunia yang dilaksanakan di lokasi itu.

Untuk menunjang keberadaan Gunung Tumpa sebagai salah satu obyek wisata andalan Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, berbagai fasilitas pendukung seperti jalan dan drainase mulai dibangun. Hal itu terlihat, saat Walikota Manado bersama Camat Bunaken Wiliam Wongkar dan beberapa Kepala Perangkat Daerah di Kota Manado, melakukan long march dan melihat dari dekat pembangunan fasilitas penunjang di Gunung Tumpa tersebut, Rabu (01/11).

Walikota berharap, agar pembangunan harus dikerjakan tepat waktu dan sesuai kontrak. Apabila, pembangunan sarana itu telah selesai, akan membawa pengaruh yang sangat besar bagi pengembangan obyek wisata kebanggaan Sulut dan Manado tersebut. “Obyek wisata Gunung Tumpa ini telah dikenal di seluruh dunia, karena berbagai even kejuaraan paralayang dan paragliding tingkat internasional telah dilaksanakan disini. Bahkan, kedepan masih banyak even serupa yang akan digelar di tempat ini. Karena itu, pembangunan sarana jalan dan drainase, tentunya ikut memberi sumbangsih bagi pengembangan lokasi obyek wisata ini,” ujar Walikota.